About Me

My photo
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
me? just try to figure it out by ur self! check my another blog : http://blueismycolour.wordpress.com/ FB & YM : ivy_puppy@yahoo.com follow me @ivypuppy

Thursday, June 25, 2009

dalam hening..

tak ada lagi helaan nafas..
tak ada lagi tatapan itu..
tak ada lagi yang bergeming..
tidak jantung ataupun udara..

semua diam lalu hening..

meninggalkan luapan perasaan..
kata-kata yang tak terucap..
cerita tak tersampaikan..
isak tangis lalu segukan..

terlalu banyak yang ingin dibagi..
namun waktu memang tak pernah kompromi..
hidup selalu punya misteri..
tak bisa ditebak hanya dijalani..


* deeply blue..

Jakarta, 2009-06-20
ivy

Friday, June 19, 2009

Minangkabau




Minangkabau…
Tanah nan den cinto..
Pusako bundo..
Nan dahulunyo..

Rumah gadang..
Nan sambilan ruang..
Rangkiang bariring..
Di halamannyo..

Bilo den kana..
Hati den taibo..taibo..
Tabayang-bayang..
Di ruang mato..

Wednesday, June 17, 2009

Hei kamu..

kamu di mana?

Kamu yang membuat hidupku hambar..
kamu yang menjadikan duniaku gelap..
kamu yang memenuhiku dengan biru..
kamu yang meneteskan air mataku..
kamu yang merubah semua jadi pilu..
kamu yang menghancurkan semestaku..
kamu yang mendatangkan hujan..
kamu yang menggores hatiku..

tanpamu..

padang, 2009-06-15
ivy

Wednesday, June 10, 2009

Untukmu yang tak bisa kusebut..

kamu yang akan kurindukan..
kamu yang membuatku berdecak kagum..
kamu yang selalu tau bagaimana membuatku tertawa..
kamu membantuku menemukan diriku..

dia yang selalu merengkuh hangat hatiku..
dia yang menemukanku di pojok kelamku..
dia yang menyadarkanku dari dunia biruku..
di mana dia?

padang, 2009-06-07
ivy

Tentang dia..

siang tadi angin membisiki "dia"
setengah tahun lebih tanpa dia..
tak mudah melenggang tanpa dia..
mengingat sebutanku pada dia..
senyum dan tawa bersama dia..
duka yang sempat kutitip di dia..
usil n keras kepala mengambarkan dia..

dulu, betapa dekat kita..

malam ini takdir memperlihatkan "dia"
aku tak lagi kenal baju kesanyangan dia..
waktu tampaknya berdampak pada dia..
senyumpun tak menghiasi wajah dia..
gerangan apa yang menganggu pikiran dia..
tak mudah menatap punggung dia..
diam n dingin yang kulihat di bayangan dia..

sekarang, betapa jauh kita..


Padang, 2009-05-30
ivy

*feeling blue

Wednesday, May 20, 2009

jenuh..

aku mulai jenuh..
telah lelah mengayuh..
penuh sudah dengan peluh..
ke mana dapat berlabuh?

padang, 2009-05-09
ivy

pun hatiku tlah lama jenuh..
Tak lagi mencari tempat berteduh..
tlah kutinggalkan sauh..
di sini aku, di dalam jauh..

Jakarta , 2009-05-09
mpeng

Beku n Kaku

aku mengeras, membeku..
aku membatu..
menjadi kaku..
seperti jiwa yang terpaku..
kapan semua berlalu..
hanya ada kertakan n rintihan pilu..

padang 2009-05-08
ivy

Friday, May 8, 2009

Hanya Butuh 5 menit..

Apa sih arti 5 menit bagi kita? Pastinya bukan waktu yang bisa membuat kita marah-marah dan emosi bukan?! “Hanya telat 5 menit ini” itu satu dari banyak kata yang pasti sering kita dengar atau malah kita sendiri yang melontarkan. Tenggang waktu yang pastinya masih bisa ditolerir oleh sebagian besar makhluk hidup di dunia ini. “Come on..siapa sih yang tidak pernah terlambat?”

5 menit yang ini berbeda! 5 menit yang membuat semuanya berubah. Jika boleh meminjam kata-kata leluhur, 5 menit itu membuat nasi berubah menjadi bubur, dan tidak lagi ada yang dapat dilakukan untuk menggembalikan bubur menjadi nasi. 5 menit yang begitu menyesakkan! 5 menit yang membuat saya memahami dengan tepat arti perkataan :
waktu adalah uang”
Saya yakin semua pasti sangat familiar dengan sebaris kata bijak di atas. Tapi memang ada perbedaan yang sangat besar antara meng-AMINI dengan meng-IMANI, walau secara fisik 2 kata tersebut dibangun oleh huruf-huruf yang sama. Perbedaan letak antara A dan I sungguh menghasilkan dampak yang sangat berbeda untuk kedua kata tersebut.

Semua orang pernah mendengar dan menerimanya, belum tentu betul-betul memahaminya. Yaa, sama halnya seperti saya yang baru benar-benar memahami (baca : mengimani) tentang perkataan bijak tersebut kemarin sore. 5 menit itu merubah seluruh sisa hari saya kemarin. Dari hari yang penuh dengan gelak tawa menjadi hari yang penuh dengan emosi dan kekesalan. Sungguh hari yang sangat kontroversial.

Datang terlambat 5 menit ke bandara untuk check in memang membuat hari yang tadinya bersinar dengan indah seketika berubah menjadi meringis dan menangis. 5 menit yang membuat saya harus membayar mahal atas keterlambatan itu. 5 menit yang membuat saya ingin memutar waktu dan mengulangnya kembali. 5 menit yang membuat saya kelimpungan dan heboh untuk mencari tiket lagi.

Ini jelas bukan pengalaman pertama saya berurusan dengan pesawat, tapi benar ini pengalaman pertama saya ketinggalan pesawat. Maaf, saya koreksi! Bukan ketinggalan pesawat, tapi terlambat check in. Hal yang membuat emosi saya lebih memuncak, pesawatnya masih nangkring dengan indahnya di terminal C. Dengan seribu satu alasan kejamnya, si mas-mas tersebut tidak mau membantu saya yang datang terlambat 5 menit. Untuk informasi saja, waktu itu masih sekitar 40 menit sebelum jadwal berangkatnya pesawat air-asia tujuan Padang tersebut. Damn!

Pengalaman mawis itu membuat saya sangat mengerti arti perkataan waktu adalah uang. 5 menit yang mengacaukan semuanya. 5 menit yang membuat saya ingin memaki dan berteriak kepada semua orang, tapi untung saya masih cukup waras untuk tidak melakukan hal itu. 5 menit yang akan membuat saya mengingat betapa besar peranan menit di dalam kehidupan.

Perjalanan tersulit dan penuh liku saya untuk mencapai jalan pulang, karena semuanya tak berhenti hanya di sana, masih ada segudang rintangan lain untuk mendapatkan tiket lion air jam setengah 8 malam yang akhirnya setelah berpindah dari gate a1, a6, a2 dan a5 akhirnya berangkat dengan delay keterlambatan setengah jam. Serta akhirnya saya bisa sampai ke rumah dan menceritakan kisah ini.

Memang pengalaman pahit selalu bisa menjadi pengingat dan guru yang sangat handal ketimbang segala nasehat dan petatah petitih manapun. Hanya ingin membagikan cerita tentang keteledoran saya (cukup sulit untuk mengakuinya) kepada semua yang membacanya, dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Pesawat memang boleh memaksa kita menunggu seperempat jam, setengah jam atau bahkan sejam, tapi mereka tidak punya kemurahan hati yang sama untuk membantu seseorang yang terlambat datang beberapa menit, meskipun pesawatnya belum berangkat. Huff.. Crew air asia tidak punya main set untuk diajak berdiskusi atau sekedar dimintai pengertian, INGAT!

Padang, 2009-05-04
Ivy

buat pencinta malam..

Pencinta malam, selamat malam..
apa kabarmu di dalam kelam?
masih terlukakah jiwamu nan gaib?
masih tak tergantikah yang telah raib?

Pencinta malam, selamat malam..
tak banyak kata bisa kuurai padamu..
hanya doa tulus semuanya lurus..
seiring berlarinya waktu yang kejam..

pencinta malam, selamat malam..
apakah hatimu masih tajam?
biarkan ia meleleh bersama nyala lilin..
meresap dan mewarnai ini kain..

Pencinta malam, selamat malam..
jangan semua asa ingin kau sekam..
kadang tak semua dibawa kuasamu..
niat baik jua dapat menyesatkanmu..

Pencinta malam, selamat malam..
semoga indah hari jadimu..
maaf tak dapat menemani di situ..
hanya doa tulus dari sudut kelam..

Happy birthday sobat! ( 2009-05-05)

senyummu selalu merekah..
tapi aku tau yang masih mengangah..
tawamu senantiasa berderai..
namun hatimu tercerai berai..

Bandung,2009-04-19
ivy

Tuesday, April 28, 2009

Cerita usang yang lebih manis ketimbang durenn…

Cerita usang ini termuntahkan ketika kami sedang menikmati es duren di Bengkel Duren yang baru dibuka di sekitar ciumbuleit. Kami BK-ers yang sedang usil setelah nonton beautiful mind di bioskop BR 2 (kamar widi) atas komporan si Ibu RT, terbujuk untuk mencicipi rasa es duren di Bengkel Duren. Berawal dari bujukan dan rayuan tersebut, jadilah acara maraton malam mencari sesuap duren (halahh.. )

Seingat saya, kami keluar sekitar jam setengah 9 malam. Sepanjang perjalan tersebut, kami berdoa semoga saja Bengkel Durennya belum tutup. Walau sudah ada celutuk asal dari Bu Pudel yang menyarankan untuk mencari cendol kacang padi ke Gandok seandainya es durennya tutup.

Ternyata doa orang-orang heboh ini didengarkan Tuhan, Bengkel Durenya belum tutup! Sepi banget, lebih tepat dikatakan ga ada orangnya. Hanya kami pelanggannya malam itu. Sempat ragu untuk masuk, tapi mengingat perjuangan untuk mencapai tempat itu, segera kami masuk ke sana.

Kecewa banget mendapati apa yang tertulis pada menunya. Hanya ada duren dengan berbagai sirup dan toping. Benar-benar jauh dari bayangan yang kami tentang nama Bengkel Duren tersebut. Awalnya saya berpikir ada banyak makanan dari duren di sana, atau setidaknya ada berberapa macam es duren yang dibuat dalam berbagai versi, ternyata! Berhubung uda nyampe, kami memutuskan untuk tetap mencoba biar ga merasa rugi uda maraton malam-malam.

Tanpa menunggu komando, kami mulai bergosip menunggu es plus duren pesanan. Maklum..yang namanya wanita ga bakal jauh-jauh dari gosip dan sepupunya. Lupa persisnya siapa yang memulai,kami sampai pada cerita tentang permainan masa kecil di kota masing-masing. Kebetulan kami berempat berasal dari kota yang berbeda-beda.

Dimulai dengan permainan masak memasak khas mainan anak-anak zaman dulu. Daun yang ditumbuk-tumbuk, batu yang digilas sampai hancur, semua klasik dan sama persis. Sedikit aneh, tapi ternyata semua anak di Indonesia memainkan permainan yang sama ketika seumuran kami. Bermain Gala, Semba lakon, Cipdor, atau semua sebutan yang dikenakan pada permainan itu.

Cerita-cerita usang tentang segala macam permainan kecil yang mewarnai obrolan kami sungguh lebih manis ketimbang rasa durenya sendiri. Thank fren buat berbagi kenangan-kenangan manis semasa kecil, benar-benar membuat saya ingin kembali lagi. Kita bermain permainan minta anak?

“Saya orang kaya..saya orang miskin! Saya minta anak.. Namanya siapa? …” Ada yang ingat potongan lagu permainan ini? Cerita usang waktu itu berhasil menstimulat kenangan kecil saya, semoga potongan lagu di atas juga dapat member efek yang sama pada anda. Hahaha..


Bandung,2009-04-28

ivy