About Me

My photo
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
me? just try to figure it out by ur self! check my another blog : http://blueismycolour.wordpress.com/ FB & YM : ivy_puppy@yahoo.com follow me @ivypuppy
Showing posts with label do u think?. Show all posts
Showing posts with label do u think?. Show all posts

Sunday, July 8, 2012

kenangan Pagi

Pagi itu :
dingin yang menghangat perlahan..
terang yang menang dr gelap..
Hitam yang menjadi bewarna..

Tentang surya bulat yang mengeliat perlahan dari rengkuhan awan..
Tentang pelukan hangat yang dikirim Tuhan utk smua umatNya..

taken at negeri di atas awan (dieng)


dago,2012-07-08
ivy
*biru masih dengan kenangan sunrise yang berbinar-binar

Tuesday, February 21, 2012

(ada) cinta

ada yang masih mencari-cari di mana ia
ada yang menatapnya dalam-dalam
ada yang memandangnya tajam
ada yang setia menantinya
ada yang hanya mengerling mata padanya
ada yang masih mencari namanya
ada yang mencoba menerka-nerkanya
ada yang bahkan membentuknya
ada yang memeluknya erat-erat
ada yang merangkulnya mesra
ada yang menguburnya dalam-dalam
ada yang merobek-robeknya
ada yang meracuninya..

weheartit

Banyak cara yang kita lakukan pada nya. Bagaimana dengan cintamu?

bandung,2012-02-20
ivy
*biru dengan inspirasi yang baru sempat dituangkan

Thursday, September 8, 2011

Berdansa di langit

taken at Tolikara-Papua

Dulu aku pernah bercita-cita untuk menggapai langit biru. Berenang-renang dan bisa bermain-main di atas sana. Bisa menyentuh dan memeluk awan yang katanya seperti bantal bulu berharga jutaan, tidur di atasnya dan berdansa denganmu.

Duduk dipinggiran awan menjulurkan kaki dan memandang ke bawah. "hmmm... bagaimana ya pemandangannya? " apakah sama seperti berada di atas burung raksasa yang sering membelah angkasa itu? Aku begitu ingin tau.. Apakah langit biru masih tetap seindah aku memandangnya dari bawah sini? Apakah sawah-sawah tetap hijau dan kemilau ketika diterpa surya? Oh.. bagaimana surya di sana? Terik kah? Mungkin aku harus menggunakan sun block jika aku berkunjung ke sana. Ingatkan aku ya!

Lalu sepertinya menyenangkan memandang nadi-nadi bumi yang bergerak pelahan dan menghanyutkan. Apakah ada hujan di atas sana? Apa yang terjadi dengan awan yang menghitam? Pastinya dia sedang bersedih.. Mungkin jika aku berkunjung ke sana aku akan mengajaknya bermain dan akan kuceritakan cerita lucu tentang anak manusia agar ia kembali membiru dan berseri, sehingga aku tak perlu membawa jas hujan.

Lalu bagaimana dengan bintang? Oh.. aku begitu mengaguminya.. Apakah aku bisa semakin dekat dengan bintangku? Berdansa dan menari bersamanya? Apakah aku bisa bertemu langsung dengan bintangku? Aku mengagumi cahayanya, teramat. Itu harapanku dulu..

Sebagian harapan itu mungkin kini telah merapuh dan menyerpih luruh beserta hujan. Namun untuk bintangku aku masih tetap mengaguminya dan berharap suatu waktu bisa berkencan dengannya.
sstt.. jgan bilang-bilang ya! ini rahasia kita.. Aku malu


Bandung,2011-09-07 ( 22 : 54 pm)
ivy
*biru dengan rindu pada langit biru

Monday, May 16, 2011

Romansa langit

Aku selalu suka akan lembayung.. Sisa-sisa dari matahari yang tersenyum dengan titik tenaga penghabisan. Memberikan pesonanya tersendiri persis sesaat sebelum dia kembali ke peraduannya.

Terka ku dia mengirimkan ciuman manis kepada kekasihnya yang telah menantinya di sisi sana. Kekasih yang selalu bertukar tempat dengannya saat dia kembali ke peraduan. Kekasih yang tak pernah bisa ditemuinya ataupun direngkuhnya erat. Sehingga dititipkan lah senyum termanis n pelukan termesranya bersama lembayung.

Kekasihnya pun selalu mencintainya dgn besar yg sama. Taukah kamu langit subuh selalu memperlihatkan bintang2 terindah? Itu kecupan selamat malam dr kekasihnya untuk dia yg telah menghangatkan sepanjang hari. Bintang bintang adalah puisi yang dituliskan kekasihnya, lagu penghantar tidur buatnya agar terlelap dengan nyenyak, hingga membangunkannya dengan semburat lembut dan rangkulan selamat pagi.

Tak berdampingan adalah keselarasan bagi mereka. Tak pernah satu langit, hanya bisa mengintip malu2. Seperti tadi, mungkin Tuhan sedih melihat kekasihnya yg terus bersedih n menelan bulat2 semua puisinya. Sore ini tuhan mengizinkan mereka satu langit,walau sesaat.

Akh.. Mereka memang tak prnh selangit, tp mereka selalu segaris.
Selamat berkencan *wink



Akh.. Lembayung itu adalah semu malu-malu sang kekasih saat bertemu..

Di tengah samudra, 2011-05-15 (17:46)
Ivy
*biru di tengah laut mengagumi lembayung dan menatap rindu pd bulan yg muncul malu2

Wednesday, January 26, 2011

Tentang batu

Hidup ini penuh batu.
Jadi ada baiknya belajar menjadi geologist dan dapat membedakan batu.

Batu mana yang unik, batu mana yang hanya kerikil.
Batu mana yang harus dipungut dan dijaga dengan baik
batu seperti apa yang sebaiknya dibuang jauh karena tak berguna dan hanya memberatkan.

Batu yang cocok dijadikan fondasi sebuah bangunan, kokoh dan tak lekang oleh panas.
Batu yang menjadi berkilauan karena terus dan terus diasah, tak ada yang instan.
Batu sungai yang bisa dijadikan patokan tentang kegigihan, berjuang hingga tetes terakhir.
Batu yang mengandung berbagai macam mineral berharga, coba lihat jauh ke dalam.
Batu berumur jutaan tahun yang punya segudang cerita menarik..
batu ini batu itu...

Sayangnya saya bukan orang geologi, pengetahuan saya tentang batu juga sedikit. Tapi mulai kini saya akan belajar lebih banyak tentang si batu.

" Semua orang harus tau batu! " begitu petikan kata seorang geologist yang membuat saya tergelitik untuk menuliskan hal ini. ^^

Bandung,2011-01-26 ( 22: 04 pm)
ivy
*biru yang sedang mencoba memahami tentang batu-batuan dalam hidup
thx buat bang JS

Wednesday, July 28, 2010

karang n ombak

gambar by X1

Kalau karang bisa ngomong,Akankah dia mengeluh tentang ombak yang datang dan pergi sesuka hatinya? Bukankah dia yang selalu tertinggal sepi di pojok sana ketika sang ombak sedang tertidur?

kalau karang bisa ngomong, akankah dia akan menceritakan betapa hebat dan megahnya sang ombak? Bukankah dia yang selalu melihat dan menemani si ombak sepanjang waktunya?

kalau karang bisa ngomong, apakah dia akan merintih lirih tentang kikisan ombak yang perlahan tapi pasti membuatnya habis? Bukankah dia yang selalu diterpa dan dipeluk erat saat ombak marah?

Kalau karang bisa ngomong, apakah dia akan berpekik riang menceritakan tentang belaian ombak padanya? Bukankah dia yang selalu di direngkuh mesra dan dibelai lembut saat ombak sedang bahagia?

Kalau karang bisa ngomong, cerita apa yang akan dibawanya? Yang pasti Jika ingin mengerti tentang ombak, tanyakanlah pada karang..


noted for a friend :
Teman, Jika kau bilang laut adalah jiwa arogan yang kesepian. maka bagiku karang adalah jiwa naif yang terlalu posesif..


Bandung,2010-07-28 ( 12 : 47 pm)
ivy
*biru dalam suasana hati yang tak terdefinisi, spt karang yang terhempas ombak

Sunday, July 18, 2010

ber-jarak dan ter-jarak

Membuka buka folder lama selalu mampu memberikan sebentuk perasaan tak terkatan buatku. Seperti kilas balik, selayang pandang dan perjalanan emosi tersendiri. Banyak yang terlewati dan banyak juga yang didapati, yang pasti semua harus disyukuri.

Kadang aku merindukan sesuatu yang kumiliki di zaman dlu namun tak lagi jadi milikku sekarang seperti rambut panjangku. Banyak orang yang datang dan pergi dalam hidupmu, ada yang datang hanya sementara dan berlalu begitu saja. Ada beberapa yang datang sekejap namun tak pernah bisa terlupa. Ada juga yang hadir mengisi hari-harimu dan tak pernah tersadari hingga saatnya berpisah. Ada yang selalu setia menemanimu bahkan terlupa dirimu ntah sejak kapan dia ada di sana. Serta masih banyak cara lain seseorang menempati ruang di hatimu atau meninggalkannya.

Kadang ada orang-orang yang dulunya begitu dekat denganmu dan seiring dengan bertambahnya waktu menapak menjauh. Kadang tak sepenuhnya pergi hanya berjarak di sini, di hati. Kadang ada juga orang-orang yang meski sekarang terpisahkan oleh jarak, tak lagi mampu kau rangkul, namun tetap dapat kau rasakan kehadirannya begitu dekat, hangat. Serta mungkin itu yang pantas kau sebut sahabat sejati.

gambar dipinjam dari om google

Karena Ini bukan permasalahan berapa km jarak rumahmu dengan rumahnya, tapi seberapa dekat jarak hatimu dan hatinya.

hidup memang tak pernah bisa ditebak. Siapa yang akan bersamamu dan siapa yang akan berlalu meninggalkanmu.


Bandung,2010-07-18 ( 18:27 pm)
ivy
*biru yang ingin berbagi

Saturday, April 24, 2010

Jalan=hidup (2)

"Jalan dan hidup memang begitu mirip dan punya banyak kesamaan!"

Ini bukan kali pertama saya menuliskannya, saya pernah membahas hal ini sebelumnya di sini. Tapi sekarang lagi-lagi saya menemukan kemiripan sebuah perjalan dengan hidup yang ingin coba saya bagi kembali.

Mungkin buat saya yang melalui hampir sebagian hari di jalan, jalan mau tidak mau menjadi bagian dari hidup saya. Tapi siapa yang tak pernah keluar dan merasakan kemacetan lalu lintas? Siapa yang tak pernah tersesat ketika mencari sebuah alamat? Siapa yang tak pernah menggerutu ketika terjadi pengalihan jalan? Semua orang pasti punya cerita tersendiri dengan jalan yang harus ditempuhnya tiap hari ataupun jalan yang tak pernah dan tak ingin dilewatinya.

Sebenarnya sadar atau tidak kita sadari, perjalanan menuju suatu tempat sering kali begitu mirip dengan pengalaman hidup kita. Tak semua jalan akan mulus dan tanpa kemacetan, tapi tak semua jalan juga berlubang dan berliku. Semua keputusan dalam memilih jalan ataupun melanggar peraturan, ada di tangan kita. Sama halnya dengan setiap keputusan yang ada di hidup kita.

Pernah berpikir tentang resiko yang kita ambil ketika melanggar rambu-rambu di jalan? Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ketika kita melewati lampu merah? Pemikiran seperti ini memang agak jarang kita lakukan, karena hal pertama yang terlintas ketika kita melewati sebuah lampu merah adalah kita ingin tiba lebih cepat. Kita sedang berpacu dengan waktu dan tak lagi memikirkan resiko yang ada, atau coba menyampingkannya. Ini tak berbeda jauh dengan hidup,teman!

ketika kita melanggar sebuah lampu merah dengan alasan apapun. Kita beresiko ‘mungkin’ akan tertabrak atau ditilang, namun kita akan tiba sedikit lebih cepat. Resiko selalu punya reward yang setimbang! Semakin besar resiko yang berani kita ambil, semakin besar reward yang dijanjikan. Kata ‘mungkin’ selalu membuat orang tergelitik untuk mencoba mengambil resiko tersebut, selain juga ada ‘reward’ tertentu yang berdampingan dengan resiko itu.

Ada orang yang tak ingin berhenti terlalu lama di sebuah lampu merah dan rela berjalan sedikit memutar namun tak melanggar peraturan. Ada orang begitu ketat menanggapi segala rambu dan tak pernah melanggarnya. Ada orang yang akan melanggarnya jika itu memang memungkinkan. Ada orang yang melanggarnya di saat-saat terdesak, butuh adrenalin lebih untuk membuatnya mengambil resiko. Ada yang merasa semakin tak mungkin semakin pantas untuk dicoba. Apapun itu, beberapa contoh di atas adalah cara-cara yang dapat kita pilih ketika dihadapkan dengan sebuah lampu merah.

Apakah kita menjadikan resiko itu sebagai sebuah tantangan atau sekedar kesempatan terakhir yang akan kita gunakan di saat-saat tertentu? Semua tergantung pada keputusan kita. Ada orang yang cukup sabar dengan jalurnya yang yang penuh kehati-hatian dan tak ingin memberi ruang untuk kata mungkin. Ada orang yang meski terus berhati-hati tapi selalu mencari celah untuk sebuah kemungkinan. Ada orang yang begitu tertantang dengan kata tidak mungkin. Inilah hidup yang selalu kita jalani di jalan yang juga begitu mirip dengan hidup.

Semoga tulisan ini sempat membuat kita lebih berpikir lagi! Bagaimanakah cara kita menghadapi kata resiko dan ‘reward’ yang tak terpisahkan tersebut? Tapi jangan jadikan tulisan ini sebagai alasan untuk membenarkanmu melakukan pelanggaran apapun, jadikan ini sebagai pengingat bahwa setiap keputusan yang kamu ambil punya kata ‘mungkin’ yang beresiko dan juga ‘reward’ yang selalu setia menemaninya. Selamat memilih rute dan lampu merah dalam hidupmu!

Bandung,2010-02-26 ( 23.07 pm)

Ivy

*biru yang lagi-lagi terinspirasi dengan jalan dan hidup yang selalu dijalaninya

Sunday, January 31, 2010

Tak ada cerita yang tak jadi sejarah

Aku mengerti ketakutan dan kegelisahanmu tentang sesuatu yang akan berakhir dan tak abadi. Cerita mana yang bisa abadi untuk selamanya teman? Bukankah kita ini hanya bongkahan daging daging terbalut otot dan nadi dengan benda kecil yang memompa darah ke seluruh tubuh dan punya kehendak bebas untuk bertindak.

Kehendak bebas teman! Itu yang membedakankan kita dengan makhluk lainnya bukan? Kita punya benda serupa agar-agar yang dilindungi oleh batok kepala, benda rapuh dan kenyal yang mengontrol segala macam hal dan pikiran yang kita anut. Hal itu juga yang membuat manusia kadang sulit untuk diprediksi.

Saranku nikmati dan jalani saja! Tak ada yang abadi kecuali Tuhan! Tidak ceritamu,tidak ceritaku, tidak cerita dia ataupun cerita siapapun. Tidak aku, tidak kamu ataupun mereka. Tapi ingat cerita kita yang tak abadi itu akan berubah menjadi sejarah! Sejarah yang akan dikenang walau si empunya telah berada di entah berantah. Itulah gunanya sejarah. Membuatmu tetap diingat walau kau telah tiada!

Aku juga sedang menata sejarahku teman! Mari kita sama-sama menata sejarah kita, karena aku tau seperti kamu juga tau, bahwa memulai sesuatu selalu mendapatkan bagian tersulit. Tapi jangan berhenti hanya karena kamu tau semuanya akan berakhir teman.Aku berharap kamu tak gentar hanya karena menyadari akan ada akhir di sana. Akhir itu mutlak, tapi tidak jalan menuju ke sana! Jadi mari buat jalanmu indah dan begitu manis untuk dikenang, sehingga tak akan ada penyesalan ketika semuanya harus bersentuhan dengan akhir.

Ini hanya sekedar teori bijaksana yang untuk diriku pun sendang coba kurealisasikan! Semoga kita sama-sama berhasil, oke?

Cerita mana yang tak akan jadi sejarah?
bukannya kita semua akan punah?
ini bukan tentang seberapa parah..
Tapi keberadaan kita oleh sejarah..


Bandung,2010-01-31 ( 9.53pm)
ivy
*biru yg sedang sok wise, coba menasehati Hot! hahaha...

Saturday, January 9, 2010

Say a magic words..

Pernah berpikir, apa kita adalah 'orang' yang lebih baik dari seorang pembersih jalanan? Atau apakah kita menjadi anak yang lebih baik ketimbang seorang gelandangan? Satu yang bisa saya pastikan, kita hanya lebih beruntung ketimbang mereka. Untuk integritas kebaikan itu sendiri masih saya ragukan.

Saya sendiri tak berani meyakinkan satu orangpun termaksuk diri saya sendiri bahwa saya sebagai pribadi adalah orang yang lebih baik dari seorang pembantu rumah tangga atau dari seorang pembersih toilet di mall-mall atau dari seorang pengemis di pinggir jalan. Saya hanya lebih beruntung bahkan mungkin sangat beruntung bisa sampai di tahap ini.

Saya punya anggota tubuh yang cukup. Saya bisa berjalan, saya bisa merasa, saya bisa berbicara, saya bisa berdiskusi, saya bisa memeluk, saya bisa melakukan banyak hal yang mungkin tak semua orang bisa lakukan. Bahkan saya juga harus berterima kasih karena saya bisa bersekolah tanpa tersendat, saya bisa belajar, saya sempat duduk di perguruan tinggi, saya sempat berkeliling ke beberapa kota. Dan lebih dari itu, saya tak pernah merasakan kelaparan dan tak punya rumah. Saya beruntung...

Ini hanya sebuah catatan pendek yang coba untuk mengingatkan betapa beruntungnya kita!Saya tujukan ini buat orang-orang yang juga merasa dirinya beruntung.So..Dapatkah kita orang-orang yang merasa beruntung menjadi orang-orang dengan pribadi yang lebih baik? Ini bukan perlombaan siapa yang akan menjadi yang terbaik di antara yang baik, BUKAN. Ini hanya cambuk kecil agar kita lebih membuka mata dan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Harapan saya, kita semua bisa melakukannya. Sebuah ucapan terima kasih kadang bisa membuat hari seseorang menjadi sedikit lebih bersahaja, dan kata-kata tolong kadang juga bisa membuat orang lain merasa lebih dihargai. Kata-kata maaf kadang juga bisa membuat orang lain merasa dirinya punya makna dan pastinya dapat mengurangi satu musuh. Jadi, mari kita mulai dengan mengucapkan "magic words" tersebut, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

gambar dari sini


Ini tantangan untuk menjadi lebih baik! Apakah anda salah seorang beruntung yang akan bergabung bersama saya?

"Just say the magic words!! Let's the whole world see how lucky you are..
"

For My Lord : Bapa, terima kasih untuk semua keberuntungan yang telah diberikan padaku selama hidupku ini. Semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik, amien...

Bandung,2010-01-09 (10.33 pm)
ivy
*biru sedang terinspirasi dan sok wise! sekarang mengerti bagaimana rasanya menjadi provokator..hihihi...

Sunday, December 20, 2009

seberapa jauh jarak surga n neraka?

Sebenarnya berapa jauh sih jarak antara surga dan neraka?



Batas apa yang mengapit surga dan neraka?Apakah hanya sebuah garis putih tegas yang membedakan teritorial surga dan neraka? Ataukah sebuah tembok tinggi bak tembok besar China? Ataukan Surga dan neraka dipisahkan oleh gunung tinggi nan kokoh seperti mount everst? Ataukah Surga dan Neraka seperti 2 kutub U dan S bumi yang terletak berseberangan namun juga saling tarik menarik? Ataukah surga dan neraka tak punya batasan terlihat seperti yang mampu kita bayangkan?

Mungkin saja surga ada di tempat-tempat yang tak pernah dapat kita bayangkan sebelumnya bukan? Mungkin juga batas teritorial neraka mencakup daerah-daerah yang sering kita kunjungi? Siapa yang bisa memastikan hal itu? Saya selalu dibuat bingung dengan segala bayangan dan penceritaan mengenai surga dan neraka.

Apakah para penghuni surga selalu menggunakan baju putih-putih dan bersinar? Sedangkan penghuni neraka dekil hitam dan selalu menggunakan baju hitam nan terbalut merah darah? Apakah berbaju putih bisa membuat saya lebih mudah untuk diterima di surga? Dan apakah dengan berbaju hitam menandakan saya akan terseret ke dalam neraka?

Ataukah surga dan neraka hanya seperti bumi yang kembar siam? Neraka yang ada di dasar dan Surga yang ada di atas? Ataukah surga dan neraka seperti langit dan bumi? Sehingga suatu saat yang sampai saat ini saya pun tak tau kapan, orang-orang yang terpilih akan terangkat ke langit?

Lagi-lagi saya bertanya! "Seberapa jauh sih jarak surga dan neraka?" Siapa yang begitu kompeten hingga berani mengkategorikan seseorang sebagai penghuni neraka ataupun penghuni surga? Tak satupun dalam kerangka manusia menurut saya.

Tapi satu yang saya yakin, ntah seperti apapun surga ataupun neraka itu, ntah berapa jauh jarak yang memisahkan surga dan neraka, dipastikan tak seorang manusiapun bisa memastikan di mana ia akan tinggal kelak. Mungkin ke-absurb-an tentang bentuk surga dan neraka serta berapa jauh jarak yang terbentang di antara surga dan neraka ini dimaksudkan untuk membuat kita tak menyerah untuk berusaha mencari surga atau malah membuat kita betah di neraka?

"Sampai di tahap manakah anda??"


"Punten, Jalan ke Surga masih berapa jauh ya?? "


Bandung,2009-12-20 ( 6.56.pm)
*biru terinspirasi dari jalan neraka gang surga! =b

gambar dipinjam dari sini

Sunday, November 1, 2009

Kebahagiaan adalah : .....

Isilah titik-titik di bawah ini!
* jika tempat yang disediakan kurang, dapat dituliskan di tempat lainnya


Kamu akan bahagia karena :
-
-
-
-
-
-
-


Kamu akan bahagia jika :
-
-
-
-
-
-
-






Seandainya semua yang kamu tuliskan di atas terkabul, akankah kamu benar-benar bahagia?



gambar dipinjam

Bandung,2009-11-01
ivy
*biru yang ingin sedikit berbagi perenungan!

Saturday, July 18, 2009

emosional

Sedikit lucu...
Perbincangan saya dengan seorang teman yang masih terbilang cukup baru di YM masih membuat saya ingin tertawa jika membayangkannya. Pasalnya dia mengatakan saya seorang yang emosional begitu selesai membaca sebuah tulisan yang saya tulis sekitar bulan januari lalu. Sungguh lucu! Seingat saya, sampai saya sebesar ini belum pernah ada yang mengatakan saya seorang yang emosional, kalau cerewet sudah tak terhitung banyaknya.

Saya sendiri masih belum mengerti tulisan saya bagian mana yang membuat dia berpikir saya seorang yang emosional. Walau kemudian memang ditemukan kata yang lebih tepat dari emosional, sangat merasa alias sensitif. Tapi kesan pertama yang saya dapatkan dari kata emosional adalah pemarah. Perbincangan itu sungguh membuat saya berpikir ulang dan kembali menilik apa saya memang orang yang pemarah ya? Atau memang hanya orang yang sangat amat merasa? wkwkwk...

Sebenarnya apa sih arti kata "emosional" itu sebenarnya? Apa memang emosional sama halnya dengan orang yang sangat cepat marah seperti yang selama ini saya ketahui, atau kata emosional itu sendiri telah banyak mengalami degradasi dari makna aslinya?

Perbincangan kocak yang menimbulkan perenungan! >,<

2009-07-17
ivy

Monday, July 6, 2009

about blue..

Lama juga saya tidak lagi berceloteh di sini...
saya kembali mengisinya dengan biru dan biru. Puisi dan puisi yang semakin dan
semakin mengiris hati. Padahal baru saja saya berjanji ingin membuktikan bahwa
biru tak selamanya akan kelabu dan menjadi abu..
Bahwa biru juga bisa tertawa lepas!
huff.. ternyata memang tak gampang untuk belajar menjadi kuning..
wkwkw... but it's worth enough to try!
just wait for me my fren..
i'll make u said that :

"blue" can be that fun!


Bandung, 2009-07-02
ivy

Saturday, April 4, 2009

kebahagian = terbaik ?

Semuanya diawali dengan sebuah SMS yang masuk ke HP saya. SMS dari nomor yang tidak saya kenal, masih asing. Waktu sms itu masuk saya tidak terlalu menanggapi dengan serius, apalagi dari nomer tak dikenal. Membaca sekilas lalu membiarkannya tanpa memikirkannya lebih lanjut, maklum sedang cukup heboh ketika itu. Beberapa hari kemudian ketika saya sedang iseng membersihkan inbox HP, saya menemukannya. Isi SMS itu sungguh membuat saya sedikit terpesona dan mematung sementara untuk menelaah lebih dalam tentang isi dari SMS tersebut.

Begini kira-kira isi dari SMS tersebut

" Orang-orang Bahagia tidak selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya, tapi selalu berusaha mengeluarkan dan mengusahakan yang terbaik dari yang dia dapatkan di hidupnya "

Apakah semua setuju dengan kata-kata tersebut di atas? Kata-kata di atas sungguh sanggat bebas dan bisa diinterpretasikan menjadi begitu berbeda-beda bagi setiap orang. Agar tidak terjadi kesalahan persepsi dan pengertian mari kita bahas lebih lanjut mengenai kebahagian dan sesuatu yang terbaik tersebut.

Mungkin ada yang berkata kebahagian adalah konsekwensi dari sebuah keputusan yang harusnya yang terbaik. Tapi saya sungguh tidak dapat 100% setuju dengan hal itu. Jika mendapatkan yang terbaik pastinya akan berakhir dengan bahagia (idealnya sih! tar lain waktu saja membahas bagian yang tidak idealnya) . Itu tidak bearti dengan tidak mendapatkan yang terbaik maka kamu tidak bisa bahagia, ini bukan biimplikasi teman! Menurut saya kebahagian itu adalah pilihan. Seandainya kita melakukan sesuatu yang salah di mana berakibat membuat kita mendapatkan sesuatu yang jauh dari kata "the best", lalu apakah kita tidak akan pernah bahagia? JELAS TIDAK dan juga TIDAK JELAS . Mari saya coba jabarkan jawaban ambigu tersebut.

Jawaban TIDAK JELAS, karena semuanya terngatung pada kita! Mungkin pada awalnya orang-orang di sekitar kita akan mulai mempergunjingkan tetang kesalahan dan ketidak mujuran kita mendapatkan sesuatu yang " not the best" , tapi pada akhirnya yang akan menghukum diri kita paling berat adalah kita sendiri. Istilah "the best" sebenarnya hanya label paling umum yang bisa terpikirkan oleh manusia untuk menceritakan unsur pembentuk
kebahagian, tanpa sadar kebahagian telah ada hanya perlu dipupuk. Saya juga tidak bermaksud menyuruh anda-anda sekalian untuk bernyanyi dengan nyaring di antara upacara pemakaman. Di sini yang saya maksud dengan bahagia adalah sikap batin menerima yang pastinya akan berujung pada bahagia itu sendiri. Kebahagian adalah pilihan! Jika saya memilih untuk berbahagia, maka saya akan bahagia, begitu juga sebaliknya. Karena sebenarnya yang paling kuat menentang kita untuk berbahagia (baca : bisa menerima kenyataan dengan lapang dada) adalah diri kita sendiri.

Untuk jawaban JELAS TIDAK, kembali seperti penjelasan saya sebelumnya. Semua tergantung pada diri kita masing-masing. Apa kita akan tetap berada pada posisi korban dan selalu merasa tak akan bahagia maka selamanya kita memang tidak akan bahagia, walau sebenarnya arti bahagia itu sendiri sangat relatif ( bahh..bisa panjang kalo ngebahas yang ini! ambil versi umum aja ya.. ) . Analogi gampangnya nasi yang jadi bubur, walau ditangisi 7 hari 7 malam juga ga bakal bisa jadi nasi lagi toh?! Soo.. dibanding nangisi nasinya 7 hari 7 malam tanpa hasil, mendingan buburnya ditambahin cakue plus ayam suwir ( ini yang dimaksud dengan mencoba melakukan yang terbaik dari yang ada ) . Jadi deh bubur ayam yang menggoda! (slrrp.. jadi lapar!)

Sebuah contoh sederhana lainnya saya ingin membangun sebuah rumah, di sini memiliki rumah kita asumsikan sebagai kebahagian. Bahan paling baik atau bahasa kerennya "the best" yang digunakan untuk membangun rumah yang kokoh adalah beton (bagi yg arsitek n sipil, muup kl salah ya.. hanya permisalan) . Saya tidak memiliki beton untuk membangun rumah tersebut ntah karena alasan apapun, lalu apakah berarti saya tidak mungkin memiliki rumah? Tentu tidak! atau jawabnya lebih tepat tidak tentu? (penjelasannya setali tiga uang dengan jawaban di atas) . Kadang kita terlalu lama terfokus pada satu tempat sampai-sampai melupakan bagian lain yang seharusnya tidak kala pentingnya, bagian lain yang jika dipupuk dan dikembangkan juga bisa menjadi sangat berharga. Saya mungkin memang tidak memiliki beton tapi sebenarnya saya memiliki bata. Bata memang bukan bahan terbaik yang dapat digunakan untuk membuat rumah, tapi bata yang terbaik juga dapat disulap menjadi rumah yang kokoh teman! Jangan lupa hal itu..

Pada akhirnya, toh saya tetap memiliki sebuah rumah! rite? mungkin tornado akan menerbangkannya? (maksudnya tidak akan sekuat beton) kapan? Jika memang itu terjadi, saya akan coba menggumpulkan puing-puing yang tersisa dan kembali membangun rumah untuk saya. Hanya segores pemikiran yang ingin saya bagikan! Untuk menyadari adanya bata diantara ketiadaan beton memang tak segampang yang saya tuliskan di atas, karena sayapun sedang " on progress " buat menerapkannya di hidup saya.

I must remember this in my mind!
" Kebahagiaan adalah pilihan! Jika saya memilih bahagia maka saya akan bahagia... "
Ingin bahagia? pilih lah BAHAGIA... ingat..ingat... contreng ya!! >,<

Hanya sedikit perbedaan kata-kata antara mengamini dengan mengimani (hanya penempatan kata yang berbeda) , tapi dibutuhkan usaha dan kemauan yang cukup besar dari hanya sekedar mengamini dengan coba untuk mengimani hal tersebut.


Bandung, 2009-04-04
ivy

Sunday, December 7, 2008

Bisa karena biasa,biasa karena dipaksa...

hmmmm....
Itu sebaris quote yang saya dapat dari teman saya? or ade lebih tepatnya..
wkkwkw...karena usia kita yang terpaut cukup jauh! Dia 5th lebih kecil dari saya,
namun di usianya sedini itu dia sudah punya cukup banyak pemikiran yang bisa diacungkan jempol! Salutt buat dudutz ^^ Kapan kita sharing lagi ne? Sepertinya cukup lama tidak berbincang-bincang... kangeennn! >,<
Sekilas peristiwa yang memang masih sangat baru dan begitu jelas di bayangan saya hanya membuat "quote" di atas menjadi semakin nyata.hmmmm....
Apa memang ada sebagian hal yang bagi manusia membutuhkan "paksaan" untuk bisa
mengerjakannya? hahaha... ntah lar!Apa manusia kadang-kadang memang mau tidak mau harus disamakan seperti kuda ( seperti tulisan saya sblmnya >,< )
Kita ambil contoh..
Untuk berhenti melakukan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan (exp : nyontek, ngupil, ngerokok! xb) , maka kita butuh usaha extra.
Koq jadi kek fisika aje ya? kerja membutuhkan usaha...Untuk melakukan usaha dibutuhkan tenaga --> di sini efek paksaan berperan >,<
Mau beli sesuatu kudu rela bayar dengan harga yang ditetapkan. Bedanya hanya berapa kadar "kebiasaan" itu sendiri ditetapkan oleh kita. Yang saya maksud dengan dipaksa adalah berapa besar niat anda untuk merubah kebiasaan itu. Mungkin lebih tepatnya berapa sanggup anda memaksaakan diri untuk mendapatkan perubahan itu!
Pada dasarnya "
Jika ada niat pasti bisa " klise bangett yee? >,<
but it's true!! ^^
Sumtimes kita sering digagalkan oleh pikiran,tanpa mencobanya lebih dulu! Prototipe otak kita
saking canggihnya suka terkontaminasi dengan perasaan dan feeling ne. So... belon juga dicoba sudah ditakuti,diyakini bahkan dipercaya pasti gagal.hahaha...
Or memang " belon pengen aja" --> Cara ngeles paling umum ne!!Di mana sebenarnya yang
mpu nya jawaban takut,belon siap menghadapi "paksaan" plus emang males n kehabisan kosa kata buat ngemeng! xb ( pisss ^^ )
Dari sini lar saya berkesimpulan butuh ada paksaan ( Baca : SIKON TERDESAK ) baru bisa membuat kita merubahnya..
tapi ini TIDAK mutlak, maupun berhubungan secara timbal balikk yaa!!
Ada beberapa kasus khusus utk orang-orang tertentu yang ga bisa dikategorikan dalam hal ini.
hahahha...

Thursday, December 4, 2008

knp sih ngeblog?

kemarin sayaa lagi iseng-iseng trus nyasar sampai ke salah satu blog pro! >,<
Saya baru tau ternyata ada Pb 08 ( pertemuan blog 08 ) akhir bulan november kemarin. hikzz.. saya sangat menyesal terlambat mendengar berita itu! T_T
Sebenarnya saya sangat ingin ikut lho!! Itu acara SERU yang rugi banget buat dilewatkan. huhuhu....
Truss back lagi ke topik awal ne!! Ada satu topik yang Lucu n menarik buat saya d blog nonadita. Apa alasan kita ( baca : para blogger) nge-blog? Apakah ada ideologi tersendiri? alasan yang khusus or sumthing else?

Kalau sayaa nehhh... Awalnya dijerumuskan teman!
Tapi terjerumus versi ini ternyata nikmat booo... ^^ Saya merasa menemukan dunia baru di blog. Nemu teman baru uda ga perlu dibilang lagi dah! pastii bangett jawabannya...

Nemu orang-orang yang punya hobi sama dengan elo ( baca : nulis n bermain kata) Jujur selama ini saya jarang banget nemu teman yang suka nulis khusus nya poem seperti saya. hehehe... Kalian seperti harta tersendiri buat saya! Sebutan baru yang saya kenakan pada kalian adalah PIW ( Patner in Word ^^ )

Nemu teman senasib sepenanggungan xb ( alasan paling mendasar saya ^^ ) saya sdkt terhibur ketika tau ada orang lain yang juga merasakan derita yang sama dengan saya. wkkwkwkw... piss!!Ga sevulgar itu lar... Tanpa maksud saya tertawa di atas penderitaan org laen ne.. ( bkn pyscho ya! >,< )

Cuma ga perlu munah juga deh!!
manusia memang merasa terkuatkan jika tau dia tak sendirian dalam keterpurukannya.
gini...gini...dalam kata-kata simple na!
"Bukan elo orang satu-satunya yang pernah merasakan hal itu!! "
am i wrong?? atau emang cuma saya aja yang merasa begitu ya??
wkkwkwkwk....

ya segitu dulu ajee deh.....
tar kapan-kapan kita cari topik menarik lainnya.
hahaha....

Thursday, October 30, 2008

about darkness..

anak kecil takut akan gelap...
apakah ketika besar kita tidak akan takut gelap lagi?
mengapa saya merasa jwabannya bisa sangat beragam..
jawabn saya tentang hal ini mungkin saja sangat kontradiktif bagi yang lainnya..

dulu ( kecil) mungkin memang hanya gelap itu sendiri yg menjadi masalah...
gelap dalam arti yang sangat harafiah.. tak ada penerangan sama sekali.. that's it!

kl sekarang ( dewasa ) gelap yang dimaksud itu bisa berwujud berbagai hal..
bukankah semua hal buruk yang mungkin terjadi bisa kita umpamakan dengan gelap?
kegelapan masa depan? kegelapan pikiran? kegelapan hati? kegelepan jiwa?
hal-hal gelap yang tak mungkin terbayangkan oleh anak di bawah umur..
hal-hal gelap yang tak mungkin terlintas di pikiran anak kecil..
hal-hal gelap yang pastinya belum mampu dilakukan oleh anak di bawah umur..
hal-hal gelap yang pastinya belum mungkin dilakukan oleh anak kecil...

Namun ini tidak ada maksud n tujuan untuk membuat kita takut untuk bertumbuh..
menjadi dewasa adalah sesuatu yang tak terelakan..hanya berharap jiwa n pikiran
kitapun bisa ikut dewasa bersama dengan tubuh kita...Itu juga yang sedang coba
saya lakukan sekarang.. hahaha...
sama seperti sebuah pribahasa yang dulunya sering saya dengar di SD,tapi saya lupa
tepatnya.kira-kira seperti ini bunyinya
" semakin tinggi sebuah pohon semakin kencang angin yang dirasakan.."

saya hanya sekedar menuangkan apa yang tiba-tiba terlintas di pikiran saya...